Sabtu, 23 Februari 2013

Barakallah. .

Bismillahirrahmanirrahim. .
Sekilas bercermin pada diriku yang sekarang, dan seringkali jadi terlintas di dalam benakku tentang masa laluku. Teringat do'a sohib-sohibku di rohis kampus dulu : "Barakallah ya. . ." Bahkan sampai ada teman yang salah kirim sms ke nomorku "Ayo ucapkan barakallah ke Risma. . " Bagiku sangat dalam makna doa ini, 'Barakallah, Semoga Allah Memberkahi' dibandingkan dengan ucapan 'Selamat ya diterima beasiswa'

Aku menyadari kondisiku saat itu dan saat sebelum itu seperti apa. Aku begitu merindukan nikmat-nikmat berdzikir pada Allah, namun aku tak bisa merasakannya. Barangkali sudah terlalu banyak dosa-dosaku. Ya, sangat banyak. Hingga pada beberapa malam aku selalu berdoa agar nikmat-nikmat itu datang kembali, berharap perbaikan diri, aku ingin berhijrah! Ya Allah, izinkan aku berhijrah! Dan akhirnya Allah mengizinkanku untuk pindah kuliah di ITB.

Lingkungan begitu berpengaruh mendidik karakter seseorang. Aku bertemu dengan orang-orang yang begitu menjaga integritas disini, dan aku bertemu dengan sahabat-sahabat yang sejalan di jalur dakwah, sahabat-sahabat yang begitu gigihnya dalam berdakwah. Aku pun tersangkut dalam lingkaran mereka.

Berkah Allah seperti apa?

Hari Ini Aku Berguru Pada Biduan Seksi


Bismillahirrahmanirrahim..
Mungkin terasa aneh dengan judul di atas, beguru pada orang yang dianggap tak berilmu, apalagi seorang biduan seksi, yang pekerjaannya menyanyi, melenggak lenggokkan tubuh seksinya, memperlihatkan bagian tubuh yang tak sepantasnya diperlihatkan, apalagi dipertontonkan di depan umum.
Semenjak pagi tadi ada beberapa hal yang memberiku banyak pelajaran, bahkan sampai siang hari banyak hal yang aku alami yang bisa kupetik pelajarannya, tapi hanya satu pelajaran yang akan kusampaikan hari ini.

Kulanjutkan pagi hariku dengan bersepeda dari Kendal ke Pegandon, cukup jauh perjalanan hanya dengan sepeda ini, untuk menyusul keluargaku yang semalam menginap di kecamatan pegandon. Ramai kecamatan pagi ini, acara sepeda santai, doorprise, dan.. konser dangdut(acara yang paling aku benci).
Sudah terbiasa aku mengenal acara2 seperti ini, acara dangdut dengan biduan seksi yang tak layak tuk dipertontonkan, apalagi dihadapan penonton yang sebagian besar adalah siswa SD dan SMP peserta sepeda santai.
Dari ini semua ada banyak hal negatif yang kupikirkan tentang para biduan. Hingga aku berlirih, “BEGITU MENJIJIKKANNYA PAKAIAN DAN PENAMPILAN MEREKA.”

Dan seketika seseorang berkata terhadapku,

Sabtu, 16 Februari 2013

Muhasabah Diri

Kalimat-kalimat ini, seringkali terngiang di benakku, dan kemudian membuatku menangis, beristighfar, betapa diri ini masih jauh dari 'kategori' layak untuk menjadi salah satu yang teristimewa di mata-Nya.

Seperti apa kenikmatan menjadi kekasih Allah?
Yang mencintai-Nya dan dicintai-Nya.
Jika seorang hamba mencintai tuannya itu hal wajar,
tapi jika tuan mencintai hambanya adalah keistimewaan.

Ya Allah..
Tak jarang kami lalai dari mengingat-Mu
mengeluh, seolah sendiri, dan seolah tiada Engkau yang kan menolong..

Tak jarang pula lisan ini begitu tajam
menyayat hati manusia, lisan yang tak menghempaskan kata-kata yang tak Kau ridhoi..
Lisan tak berilmu yang kemudian berdalih dan menghukumi, mencela siapapun yang ia  kehendaki.

Tak jarang hati ini merasa sakit,
sakit sehingga akhlak diri nampak jelas rendahnya

Tak jarang pula kami begitu enteng meninggalkan sunah-sunah Rasul-Mu.
Bukankah diri ini senantiasa berharap syafaat beliau?
Yang dengan syafaatnyalah sehingga hati-hati yang masih kotor, di hari kiamat nanti kemudian disucikan..

Tak jarang kami melupakan kalam-Mu,
sedikit kami membacanya, sedikit kami menghafalnya..
betapa keilmuan kami masih begitu jauh tentangnya..

Tak jarang kami mengeluh, berputus asa, gelisah dan risau..
Seperti orang yang tak mengenal adanya Allah Yang selalu membantu..

Tak jarang hati ini begitu keruh, memikirkan hal-hal yang semakin memperkeruhnya.
jauh dari ketenangan hati, seperti orang yang tak mengenal kalimat-kalimat dzikrullah penenang hati.

Ya Allah..
kami berdosa, bukan sekedar dosa-dosa kecil yang menghiasi lumuran noda.
Dosa-dosa besar pun turut menghitamkannya..menghitamkan hati kecil yang tiada apa-apanya ini.

Ya Allah.
betapa besar rahmat-Mu.. jalan yang Kau tunjukkan pada kami. sehingga detik ini kami masih bisa menangis..
Ya Allah,
kami bertaubat. Kami ingin menjadi kekasih-Mu, kami ingin memiliki hati dan akhlak seperti Nabi Muhammad shallahu alaihi wassalam, Rasul-Mu. kami memohon petunjuk dari-Mu. Berharap kesucian hati dan jiwa.. Berharap bertambahnya ilmu dan rasa takut kepada-Mu Allah..

Allah, Allah.. Allah..
Astaghfirullahaladzim. . (sebanyak2nya)





Jumat, 08 Februari 2013

Ikhtilath Kampus

Ikhtilat merupakan campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Betapa hal ini sempat saya lalaikan bertahun-tahun lamanya. Bahkan lingkungan yang sedang kujejaki kali ini, lingkungan kampus, yang tak pernah jauh dari apa yang disebut ikhtilat.

Menyedihkan ketika saya baru menyadari akan hal ini, semoga ini termasuk masalah darurat karena memang belum ada kan kelas Teknik Informatika yang khusus untuk perempuan/mahasiswi, meski demikian sebagai seorang muslimah kita wajib menjaga kehormatan diri dengan tidak bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya jika memang tidak diperlukan.

Di dunia kampus, kebanyakan kita tak pernah jauh dari organisasi, termasuk saya. Ketika membahas ikhtilath tentu kondisinya sangat memprihatinkan, saya pun juga hanya memperhatikan hal-hal yang menurut saya dianggap berlebihan saat itu. Nanti saya ceritakan (insya Allah).

Bagi pembaca yang sedang atau pernah menempuh jenjang pendidikan di bangku kuliah, barangkali tak asing lagi dengan himpunan, BEM, unit/UKM, dan organisasi/club lainnya. Campur baur antara laki-laki dan perempuan menjadi begitu biasa disini, tak ada rasa risih sedikitpun. Duduk berdempetan antara mereka yang bukan mahramnya, bahkan ada sesama anggota yang berpacaran, tak segan-segan menampakkan kemesraan di depan teman-teman lain. Menurut saya ini sudah sangat berlebihan dan jauh dari rasa malu. Allah jelas melarangnya. Bukan saya atau ustadz, tapi Allah.

Dulu saya tak punya keberanian untuk mempermasalahkan hal ini, hanya membatin risih melihatnya, dan mencoba ntuk membiasakan diri dengan kondisi tersebut. Jangan pula membayangkan ada hijab/pembatas ketika rapat di ruang sekre organisasi (kecuali rohis^^), untuk mengelompok sendiri-sendiri--misal laki-laki duduk di bagian kanan dan perempuan duduk di sebelah kiri-- pun tidak akan terbenak di pikiran masing-masing anggota, tanpa sadar akan haramnya ikhtilath ini. Semua bercampur baur dan berdempetan, mau duduk di tengah, kanan kiri, ah, begitu permisif.

Interaksi antara perempuan dan laki-laki pada dasarnya tidak dilarang. Boleh atau wajib jika untuk keperluan yang mendesak dan untuk mewujudkan misi yang luhur seperti mencari ilmu yang berguna, keshalihan, kebajikan atau hal lainnya yang menuntut kedua belah pihak untuk bekerja sama.

Hal itu tidak berarti bahwa batasan-batasan antar keduanya kemudian harus di lewati atau norma-norma Syariat yang mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan harus ditanggalkan.

Outbound. 
Acara ini seperti tidak pernah lepas dari kegiatan kemahasiswaan, terutama dalam organisasi. Ketika acara pelantikan anggota baru atau sekedar untuk refreshing, beruntung setelah acara ini bisa dapet gebetan atau pacar baru (Ups, bukan beruntung tapi buntung). Acara outbound seperti ini memang biasanya sangat manjur untuk mengakrabkan sesama anggota, sekaligus untuk melepas penat setelah disibukkan dengan kegiatan akademik. Bisa ngumpul bareng temen-temen, ketawa ketiwi, nge-games, nyanyi-nyanyi main gitar di depan api unggun.Seru banget gak sih, ya kaaan?!! Tapi, tapi... ada banyak hal yang diabaikan oleh seorang muslim, terutama tentang hal yang sedang kita bahas, yaitu IKHTILATH. Berikut contoh gambarnya, yang saya ambil dari gugel.

Gambar di atas sangat umum terjadi di outbound-outbound pelajar. Kan jadi berabe kalo pas nge-games gak sengaja meluk lawan jenis, atau baju/celana jadi tersingkap, atau kalau jatuh ambruk jadi pada tumpang tindih deh, waduh O_o. Dengan dalih untuk melatih kekompakan, bukan berarti harus melanggar syariat dan norma agama, kan kan ;). Sebagai seorang muslim yang mengaku berusaha meneladani Rasulullah dan para sahabatnya, kita pantas malu jika masih mengikuti atau mengabaikan atau bahkan justru turut menyelenggarakan kegiatan cambur baur antar laki-laki dan perempuan seperti yang diilustrasikan pada gambar di atas.

"Yaa itu kan sekedar permainan, mbak." Eitss..kita bisa kok mengadakan permainan yang tidak melanggar syariat, misal, buatlah permainan yang terpisah tempat antara laki-laki dan perempuan, yang laki-laki di deket hutan sana misalnya, terus yang perempuan deket sungai. Terpisah deh.

Seringkali agak sulit untuk memperbaiki itu semua jika sudah menjadi adat istiadat turun temurun dari generasi ke generasinya di dalam organisasi, apalagi pemahaman tentang ikhtilath yang masih sempit.
Di antara kita ada yang berusaha untuk memperbaiki itu semua ketika berada di organisasi sekuler, tetapi kebanyakan kita justru terbawa arus dan tak sanggup lagi berbuat apa-apa, meski dengan menjadi ketua sekalipun. Hati-hati ketika ingin mewarnai tapi malah justru terwarnai.

Membersihkan kolam berlumpur bukanlah dengan cara masuk ke dalam kolam tersebut. Bersihkan lah dari luar kolam. Jika sendiri mungkin akan sangat meletihkan, ajaklah kawan lain, susun strategi, be patient and do it. ;)

Kamis, 07 Februari 2013

PENYAKIT GANAS PARA PEMUDA

Berapa banyak pemuda yang kini sedang terjangkit penyakit ganas. Penyakit ganas yang menyerang hati beserta jiwanya. Ketetapan hati orang2 saleh dan tabi'in yang semakin menghilang.
Shalat yang diremehkan. ibadah yang ditinggalkan. Qiyamul lail yang tidak didapatkan. Sunah-sunah yang dilewatkan.
Dimana rasa takut kepada Allah? Kapan terakhir kali mata kita mengucurkan air mata?

Kapan kita dapat merasakan dekat kepada Allah untuk terakhir kali? Berapa kali kita merasakan ini? Mushaf-mushaf yang ditinggalkan di rumah dengan penuh debu karena sedikit dibaca. Masjid-masjid yang dibiarkan kosong.Kemanakah para pemuda yang rajin shalat di masjid? Begitu sedikit jamaah shalat subuh di masjid. Dimana para pemuda dan laki-laki sejati saat shalat subuh?

Bahkan penyakit ganas ini semakin parah dari sebelumnya.

Keinginan hidup mereka tercurah pada apa model yang paling tren hari ini, tentang lagu-lagu terbaru, tentang siapa penyanyi paling terkenal, tentang siapa pemenang Piala Oscar, tentang aktor terbaik tahun ini, tentang siapa pemain bola yang paling terkenal.

Semua masalah ini begitu menyibukkan hati. Lalu dimana Allah?

Apakah hati kita penuh dengan takut kepada Allah? Atau kalimat-kalimat ini terasa telah dilebih-lebihkan? Boleh jadi memang berlebihan. Tapi ada ayat di dalam Al Qur'an yang apabila orang mukmin membacanya, maka ia akan merasa sedih.

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah..." (Al Baqarah : 74)

Kita merasakan cacian Al Qur'an yang begitu mengguncangkan jiwa.

Allah memberi tahu kalau batu lebih baik dari kita. Sebab hati memiliki malu, sedangkan hati kita berkarat. Batu itu jatuh karena takut kepada Allah, sedang hati kita tidak - paling banter hanya berguncang sebentar karena takut kepada Allah, kecuali saat kita diuji dengan musibah.

Saudaraku tercinta, dimana rasa takut kepada Allah?

Sungguh, ribuan nasehat tak akan memperbaiki diri, jika tiada kekhusyukan, jika tiada rasa takut kepada Allah..

daftar pustaka :
Hati Sebening Mata Air